Volix
ExclusiveMoviesoperasi pesta copetiqbaal ramadhanedy khemodpestaporafilm indonesia 2026

6 Fakta Menarik Operasi Pesta Copet, Film yang Syutingnya di Tengah Ribuan Penonton Asli

Iqbal Baskari·
6 Fakta Menarik Operasi Pesta Copet, Film yang Syutingnya di Tengah Ribuan Penonton Asli
Via Imajinari

Ada satu film Indonesia yang premisnya kedengeran terlalu spesifik buat dikarang. Operasi Pesta Copet mulai tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026, dan isinya tentang empat orang yang terjepit secara ekonomi lalu nekat merencanakan pencopetan 300 ponsel di Pestapora, festival musik terbesar di Indonesia.

Yang bikin filmnya menarik bukan cuma ceritanya, tapi cara pembuatannya. Sebagian besar elemen di balik layar berangkat dari kejadian nyata, dan syutingnya benar-benar digelar di tengah festival yang sesungguhnya. Konsepsi dan eksekusinya bukan main, menjadikan film ini salah satu upaya produksi terbesar yang pernah dijalankan oleh suatu PH di Indonesia.

Berikut enam fakta yang bikin film ini beda dari film komedi kriminal biasa:

Judulnya Sempat Berbeda Sampai Menjelang Tayang

Film ini pertama diperkenalkan dengan judul Operasi Pesta Pora saat ajang Pestapora 2025. Menjelang rilis di bioskop, judulnya diganti jadi Operasi Pesta Copet supaya premis pencopetannya langsung tertangkap penonton tanpa perlu dijelaskan.

Keputusan itu masuk akal. Judul lamanya terdengar seperti dokumenter festival, sementara judul barunya langsung memberi tahu penonton bahwa ini film kriminal berbalut komedi. Pestapora sendiri memang muncul sebagai salah satu latar belakang utama, tapi fokus filmnya lebih ke dinamika antar empat karakter utamanya yang dimainkan oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba.

Berangkat dari Kejadian Nyata di Panggung Seringai

Sutradaranya, Edy Khemod, adalah drummer band Seringai. Saat manggung di Solo, ia menyaksikan langsung empat pencopet asal Jakarta beraksi di tengah moshpit.

Yang menarik buat dia bukan aksinya, melainkan pertanyaan setelahnya. Para pelaku datang dengan pengetahuan soal band yang manggung, lengkap dengan atribut komunitas penggemar. Apakah mereka penggemar musik yang sedang butuh uang, atau pencopet jalanan yang sengaja mempelajari skena musik? Pertanyaan itu yang jadi bibit seluruh cerita Operasi Pesta Copet.

Cast and crew Operasi Pesta Copet
Cast and crew Operasi Pesta Copet · Via VOLIX

"Gue merasa jadi bisa membahas musik Indonesia, tapi dari sudut pandang yang unik dan beda, yaitu dari sosiologi yang terjadi di Indonesia," ungkap Khemod saat ditemui di kawasan Melawai, Jakarta Selatan pada Juni lalu.

Film ini pun menjadi proyek debut Khemod sebagai seorang sutradara film panjang. Sebelumnya, ia sudah berpengalaman mengarahkan berbagai proyek panggung dan hal lain di lingkup skena musik. Inilah yang menjadi bekal ilmunya selama pembuatan Operasi Pesta Copet dengan skala produksinya yang tidak kaleng-kaleng.

Syutingnya Digelar di Tengah Festival Asli

Ini bagian yang paling sulit ditiru film lain. Tim produksi tidak membangun set festival, melainkan syuting langsung di Pestapora yang beneran berlangsung dengan sekitar 100,000 pengunjung.

Para pemain utamanya berakting di antara 30,000 sampai 35,000 penonton setiap harinya. Artinya kerumunan yang terlihat di layar bukan figuran, melainkan pengunjung festival sungguhan yang datang untuk menonton musik.

Produser Ernest Prakasa menyebut proyek ini butuh persiapan terpanjang sepanjang sejarah produksi mereka. Ia juga menyebut timnya ingin menyuguhkan sesuatu yang segar dan berani, hal yang menurutnya jarang muncul di bioskop Indonesia.

Pemainnya Dilatih Pesulap Profesional Selama Dua Bulan

Via Imajinari

Adegan mencopet tidak dibuat lewat trik editing. Imajinari mendatangkan pesulap profesional untuk melatih para pemain selama dua bulan, khusus untuk teknik sleight of hand alias kelincahan tangan.

Kristo Immanuel bahkan menjalani penilaian fisik tambahan agar karakternya sebagai anak jalanan terasa meyakinkan. Buat sebuah film heist, detail seperti ini yang biasanya menentukan apakah penonton percaya atau tidak.

"Kita belajar langsung sama profesionalnya, ada kali mungkin sebulan lebih kita belajar nyopet. Kita diberikan HP dummy, yang di mana kita tiap hari disuruh latih megangnya. Supaya jarinya kuat untuk ngambil HP," jelas Iqbaal.

Iqbaal Ramadhan Ikut Jadi Produser

Iqbaal memerankan Ijal, tokoh utamanya. Tapi namanya juga masuk daftar produser bersama Ernest Prakasa, Dipa Andika, dan James Erlangga. Lewat posisinya ini, Iqbaal memilki input dalam proses kreatif dan juga merchandising film.

Karakter yang ia mainkan sendiri digambarkan sebagai orang yang baru kehilangan pekerjaan sekaligus menanggung utang ibunya, dan dari situlah keputusan nekatnya berangkat. Persiapan Iqbaal berlangsung lama, mulai dari menghitamkan perawakannya sampai menurunkan berat 8 kg selama kurang lebih 1,5 bulan.

Ada Rhoma Irama dan Vincent Rompies

Selain jajaran pemain utama seperti Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, dan Fauzan Lubis sebagai Silet, film ini juga menghadirkan penampilan khusus dari Rhoma Irama dan Vincent Rompies.

Jajaran pendukungnya juga panjang, di antaranya Azizah Hanum, Ardit Erwandha, Kiki Narendra, dan Yeyen Lidya. Belum lagi beberapa penampilan spesial dari band-band yang muncul di filmnya seperti Teenage Death Star.

Di balik bungkus komedinya, Operasi Pesta Copet sebenarnya bicara soal kesulitan ekonomi, pengangguran, dan tekanan finansial pada kelompok yang terpinggirkan. Selama durasi 113 menit, penonton diajak untuk ketawa, sedih dan merasa terpukau akan skala produksi film yang tidak setiap hari dapat dijumpai di lingkup perfilman Tanah Air.

Baca Juga