Connect with us

Hi, what are you looking for?

Music

We The Fest 2023: Sukses Memuaskan Penonton walau Diterpa Krisis

Credit: Volix/Nayla Erzani

Rangkaian tiga hari penuh pertunjukan musik We The Fest (WTF) 2023 yang diselenggarakan pada akhir pekan 21-23 Juli 2023 telah berakhir.

Festival yang diselenggarakan oleh Ismaya di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, ini menyisakan banyak cerita. Di antaranya ada The 1975 yang batal tampil namun digantikan oleh Sheila on 7 dan A$AP Ferg, hingga meriahnya para penggemar The Strokes yang akhirnya tuntas menonton idolanya di Indonesia untuk pertama kali. 

Di bawah ini adalah kilas balik We The Fest 2023.

Day 1: Padat dengan Kerumunan Penggemar Garage Rock

Kompleks Gelora Bung Karno penuh sesak dengan penggemar musik rock pada Jumat petang (21/7). Terlihat antrian amat panjang penonton yang menunggu giliran masuk lewat General Admission Gate, mengular sepanjang ring road luar stadion utama GBK. Hal ini menciptakan sebuah pemandangan kontras di mana calon penonton WTF yang berdandan maksimal untuk bersenang-senang di festival tersebut bersanding dengan warga yang sedang asyik lari sore di kawasan yang sama. 

Credit: Volix/Nayla Erzani

Memasuki venue yang meliputi gedung Tennis Indoor dan area-area terbuka di sekitarnya, suasana festival yang meriah mulai terlihat. Dekorasi warna-warni, wahana ala pasar malam, sampai karakter-karakter ikonik WTF mulai terlihat. Tiga panggung: WTF Stage yang merupakan panggung utama, Another Stage yang merupakan panggung indoor, serta Bananas Stage yang merupakan panggung outdoor, mulai dimeriahkan berbagai penampil.

Kunto Aji membuka panggung utama dengan hangat, membawakan kombinasi dari nomor-nomor lawas maupun hits dalam album Mantra-Mantra (2018). Sementara itu Efek Rumah Kaca membuka panggung Another Stage dengan lagu-lagu baru dari album Rimpang (2023) serta beberapa lagu lama mereka. Para penonton terlihat ikut bernyanyi dengan meriah dengan lagu-lagu klasik ERK seperti “Di Udara”, “Engkau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, dan “Sebelah Mata”.

Band rock The Changcuters memeriahkan Bananas Stage dengan aksi panggung mereka yang nyentrik. Keempat personil mengenakan kostum jumpsuit merah yang mencolok. Kehadiran The Changcuters di hari pertama WTF 2023 terasa poetik karena hari tersebut akan ditutup dengan penampilan The Strokes, band influensial asal Amerika Serikat yang membangkitkan trend garage rock di dekade 2000an—dekade di mana The Changcuters memulai karir mereka.

Sementara itu, terlihat penggemar The Strokes telah berdiam di depan panggung WTF Stage untuk mendapatkan jarak pandang yang maksimal demi menonton idolanya yang menjadi puncak acara. Julian Casablancas dkk naik panggung sekitar pukul 11 lewat. Tanpa basa-basi, mereka langsung menggeber “The Modern Age”, salah satu lagu paling klasik mereka. Setelah itu, penggemar boleh bernapas lebih lega ketika lagu “Bad Decisions” dari album The New Abnormal (2020) dibawakan. Akan tetapi, penonton tidak diberi ampun dan istirahat karena setelahnya The Strokes berturut-turut membawakan lagu-lagu hits yang membuat para penonton berjingkrak kegirangan dan sing along, di antaranya “You Only Live Once”, “Soma”, dan “Last Nite”.

Di tengah penampilan, The Strokes mengundang Adam, penabuh drum dari band indie rock asal Jakarta, Sajama Cut, untuk memainkan drum di lagu “Juicebox”, satu nomor yang cukup cepat dan sulit dimainkan secara live. Para penonton bersorak melihat Adam menunaikan tugasnya dengan amat baik. Untuk encore, The Strokes membawakan “Reptilia” dan “Hard to Explain” yang memang sudah ditunggu-tunggu.

Day 2: Tenang dan Lancar Bertabur Bintang

Hari kedua WTF berjalan lancar dan cukup chill, terutama karena para headliner-nya, seperti Daniel Caesar dan Sabrina Carpenter, adalah musisi-musisi pop dengan lagu-lagu yang cukup adem—dibandingkan dengan penampil di hari pertama yang cukup bersinggungan dengan musik keras.

Akan tetapi, tetap saja sore itu dimulai dengan aksi-aksi panggung yang menghentak. Band rock legendaris Gigi memanaskan panggung WTF sore itu. Penyanyi Armand Maulana terlihat terkejut karena penontonnya terdiri dari anak-anak muda. “Gue tuh band yang nemenin bokap sama nyokap lo semua pacaran. Yakin pada tahu lagunya?” tanyanya di atas panggung. 

Gigi mempersembahkan lagu-lagu populernya “My Facebook”, “Oh Janji”, dan “Jomblo”. Para gitarisnya, Dewa Budjana dan Thomas, yang sering dianggap dewa-dewa gitar Indonesia, sempat beradu main gitar di atas panggung.

Sementara itu solois pendatang baru asal Bandung, Aruma, membuka panggung Bananas Stage dengan hangat. Berkolaborasi dengan dua musisi yang lebih senior: Muhammad Kamga dan Pepeng Naif, ia membawakan beberapa lagu seperti “Ekspektasi”, single kolaborasinya dengan Raim Laode. Ia juga sempat membawakan “Posesif”, salah satu lagu klasik dari Naif.

Menjelang malam, penyanyi 24 tahun asal Amerika Serikat, Sabrina Carpenter, naik ke Bananas Stage. Penonton bersorak ketika ia memulai aksi panggungnya dengan “Read My Mind”. 

Penampilan pertama Sabrina Carpenter di Jakarta ini sukses memuaskan kerinduan para penggemarnya. Ia membawakan lagu-lagu andalannya, antara lain “Feather”, “Vicious”, “Already Over” serta “Tornado Warnings”. Ia juga sempat membawakan “The Great Escape ”, sebuah kover dari penyanyi senior Gwen Stefani. Ia mengakhiri aksinya dengan “Nonsense” dan “because i liked a boy”.

Daniel Caesar tampil di WTF Stage sebagai puncak acara hari kedua. Membuka pertunjukan lewat “Ocho Rios”, Caesar tampil energik dan terus mengumbar senyum. Penyanyi R&B asal Kanada bernama asli Ashton Dumar Norwill Simmonds ini membawakan “Let Me Go”, “Valentina”, serta lagu hitsnya “Always”. Ini adalah kali kedua Daniel Caesar tampil di WTF. Sebelumnya, ia memeriahkan WTF 2019 di Gambir Expo, Kemayoran. 

Walau berjalan dengan meriah dan tanpa halangan, WTF hari kedua mulai dibayangi kekhawatiran bahwa hari ketiga akan berjalan minus puncak acara. Pasalnya, The 1975 mulai mewarnai kepala berita di berbagai terbitan seluruh dunia akibat aksi panggung kontroversialnya di The Good Vibes Festival, Kuala Lumpur pada Jumat. Vokalis Matty Healy dilaporkan mabuk di atas panggung, meludah-ludah, muntah, berkata kasar, dan merusak kamera drone yang terbang di dekat panggung. Puncaknya, ia mencecar pemerintah Malaysia yang ia sebut homofobik, dan kemudian mencium pemain bassnya. Akibat aksinya itu, pemerintah Malaysia memerintahkan set The 1975 segera dihentikan serta mendeportasi semua personelnya. Festival The Good Vibes juga dicabut izin kegiatannya dan diperintahkan untuk segera mengembalikan dana penonton. 

Di Jakarta, Day 2 WTF berakhir dengan dugaan-dugaan apakah The 1975 masih akan tetap dibolehkan hadir dan tampil di WTF Day 3. Hingga hari itu dipungkasi, belum ada pernyataan resmi dari panitia WTF.

Day 3: Tetap Meriah dengan Manajemen Krisis Mumpuni

Credit: Volix/Nayla Erzani

Minggu (23/7) pagi, akun Instagram resmi We The Fest mengumumkan bahwa The 1975 batal manggung. Sejumlah penggemar mengungkapkan kekecewaannya di kolom komentar, namun lebih banyak yang mengungkapkan dukungannya bagi Ismaya serta mengutuk aksi panggung Matty Healy yang dianggap tidak tahu tempat. 

Sebagai penggantinya, WTF mengumumkan rapper asal Amerika Serikat, A$AP Ferg, untuk tampil sebagai salah satu headliner. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa saat setelah open gate diumumkan bahwa band legendaris asal Yogyakarta, Sheila On 7, akan tampil juga malam itu. 

Hari itu pun berjalan dengan lancar dan tetap meriah. Salah satu headliner, Cokelat, tampil memukau di panggung utama. Malahan, beberapa lagunya diwarnai derai air mata Kikan, sang vokalis yang tidak kuasa menahan tangis. Seusai menyanyikan “Luka Lama” yang ia mainkan dengan piano, Kikan memulai satu nomor sedih lain, “Jauh”. Di situ lah ia mulai menitikkan air mata, sampai harus didekati oleh personil-personil lainnya untuk dihibur.

Thank you, guys, so much. Maaf ya,” ujar Kikan dengan suara bergetar disambut oleh riuh tepuk tangan penonton. “Aku enggak tau sebenarnya mau ngomong apa lagi. Sudah ya kita enggak usah sedih-sedih lagi.” Tak perlu waktu lama, Cokelat langsung memainkan nomor-nomor yang lebih up-beat seperti “Segitiga” dan “Karma”. Set mereka diakhiri dengan “Bendera”.

Sheila On 7 yang naik setelah Cokelat menunaikan tugasnya dengan amat baik, sembari disertai berbagai seloroh.

“Perkenalkan. Kami Sheila on F***ing 75!” ujar Duta, vokalis Sheila On 7, menyapa penonton seusai membuka set dengan “Kita”.

“Tadi ada yang wondering, jangan-jangan nanti saya cium Adam,” lanjut Duta, menyentil aksi panggung Matty Healy. “Padahal kan saya ya milih. Masak Adam,” lanjutnya, ditimpali tawa penonton.

Sayangnya, Sheila on 7 tidak tampil terlalu lama. Mereka hanya memainkan 9 lagu dalam kurang lebih 40 menit. 

“Yah namanya juga tambal band,” ujar Duta, kembali berseloroh. Mereka memainkan lagu-lagu hitsnya termasuk “Betapa”, “Melompat Lebih Tinggi”, “Lapang Dada”, “Dan”, hingga “Film Favorit”. Set itu ditutup dengan “Hari yang Menakjubkan”.

Hari itu dipungkasi dengan aksi A$AP Ferg serta NxWorries, yang merupakan projek Anderson .Paak dan Knxwledge yang meriah. Ismaya dan We The Fest pun dihujani pujian karena berhasil menarik dua headliner di saat-saat terakhir, serta tetap menjaga suasana tetap kondusif serta meriah. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Read