Visinema Boyong “24 Jam Bersama Gaspar” dan “Ali Topan” ke Busan
September 8, 2023

Rumah produksi film Visinema akan membawa dua filmnya, 24 Jam Bersama Gaspar garapan Yoseph Anggi Noen dan Ali Topan garapan Sidharta Tata ke Busan International Film Festival. Kedua film tersebut akan tayang perdana secara global di ajang sinema bergengsi tersebut.

Visinema adalah satu-satunya production house Indonesia yang berhasil mengirim dua filmnya untuk diputar di BIFF 2023. Selain itu, 24 Jam Bersama Gaspar juga akan menjadi satu-satunya perwakilan film panjang Indonesia yang berkompetisi untuk mendapat penghargaan Kim Ji Seok Award di Busan.

24 Jam Bersama Gaspar merupakan film adaptasi dari novel Sabda Armandio berjudul sama. Film ini dibintangi Reza Rahadian, Laura Basuki, Shenina Cinnamon, Kristo Immanuel, Sal Priadi, dan Dewi Irawan. Digarap oleh sutradara Yoseph Anggi Noen, film ini dikerjakan dalam kerjasama Visinema dengan Kawan-Kawan Media.

Sedangkan, film Ali Topan merupakan sebuah karya adaptasi dari novel Ali Topan karya Teguh Esha. Film ini disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduseri oleh Tersi Evaranti. Dalam jajaran pemain ada Jefri Nichol, Luthesa, Reza Hilman, Omara Esteghlal, dan Bebeto Leutualy.

Reza Rahadian, aktor utama dalam film 24 Jam Bersama Gaspar sekaligus ketua komite Festival Film Indonesia, mengaku optimis terhadap potensi industri film Indonesia, seperti yang telah dibuktikan Visinema di kancah internasional.

“Sudah ada 147 film Indonesia yang siap tayang di tahun ini, menandakan resiliensi Indonesia yang sempat ditantang saat pandemi, dan sekarang sudah bangkit dan berkarya lebih dari sebelumnya," ujarnya dalam jumpa pers di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, pada Kamis, 7 September 2023. "Resiliensi ini, ditambah potensi pasar yang besar dan perkembangan pesat talenta filmmaker Indonesia membuat saya jadi makin yakin bahwa Indonesia tidak hanya bisa jadi pasar bagi film internasional, tapi jadi pemain besar di industri global."

Ia menambahkan bahwa perfilman Indonesia diharapkan makin menjadi perhatian industri film global setelah mendapatkan pengakuan dari Busan.

Menurut data Media Partners Asia, investasi konten video dan film Idnonesia meningkat 13% di tahun 2022 menjadi US$979 juta. Angka ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Diharapkan, investasi ini diterjemahkan menjadi lebih banyak lagi prestasi bagi perfilman Indonesia.

“Setelah industri film Indonesia terbukti resilient dan sustainable, muncul fase baru bagi industri yaitu growth. Visinema berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan film Indonesia dengan menjadi platform bagi sineas, penonton dan pemain industri berkembang bersama. Kami percaya Indonesia memiliki banyak sekali storytellers, story dan penonton yang akan menjadikan Indonesia salah satu pemain terbesar di kancah global,” ujar Angga Dwimas Sasongko, pendiri Visinema.

Ia optimis industri film Indonesia bisa sebesar Korea atau Hollywood karena Indonesia memiliki gudang cerita yang relevan, tidak hanya untuk penonton lokal namun juga global. Untuk menggenjot potensi ini, Visinema berekspansi di luar produksi film dengan mengembangkan distribusi konten melalui Bioskop Online. Bioskop Online sendiri telah diakses oleh lebih dari 11 juta penonton dengan lebih dari 200 konten lokal dari 100+ pembuat film di 15+ provinsi Indonesia. Film Ziarah (2017) garapan B.W. Purba Negara yang saat ini didistribusikan oleh Bioskop Online juga akan diputar di Busan dalam program khusus Indonesia, The Renaissance of Indonesian Cinema.

Ia juga mengatakan bahwa Visinema juga melakukan pengembangan gudang Intellectual Properti (IP). Beberapa IP populer yang amat berharga seperti Keluarga Cemara, Nusa, dan Filosofi Kopi, saat ini dipegang oleh Visinema. "Saat ini potensi nilai IP Visinema mencapai sekitar setengah triliun rupiah," ujarnya.

Busan International Film Festival akan diselenggarakan di kota Busan, Korea Selatan, pada 4-13 Oktober 2023.



See other posts

Las Vegas Hadirkan The Sphere, Bangunan Berbentuk Bola Terbesar di Dunia
Konsumsi Kopi Yang Berlebihan Dapat Mengurangi Volume Otak, Menurut Penelitian.
Mahasiswa ITS Ciptakan “I-Sleep,” Kasur yang Bisa Deteksi Gangguan Tidur Pengguna