Sebuah inisiatif baru tengah berkembang di Tomohon, yakni Festival Lokatana yang hadir sebagai ruang terbuka yang memadukan budaya lokal, kreativitas generasi muda, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mengangkat tema “Roots & Rhythm”, Lokatana dirancang untuk memperkuat kembali hubungan manusia dengan alam dan sesama. Kegiatan yang ditawarkan meliputi pertunjukan seni, sajian kuliner lokal, lokakarya interaktif, dan berbagai inisiatif komunitas yang menekankan keberlanjutan.
Festival Lokatana Tanpa Sekat

Lokatana mengedepankan inklusivitas. Tidak ada area eksklusif, tidak ada pembatas yang memisahkan pengunjung. Semua elemen acara, dari seni hingga makanan, dihadirkan untuk dinikmati bersama.
Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha lokal sambil menikmati makanan khas Sulawesi. Di beberapa titik, pertunjukan musik dan tari mengisi suasana, menampilkan seniman-seniman lokal yang membawa semangat khas daerahnya.
Ada juga ruang baca kecil yang menjadi lokasi berbagai lokakarya. Tema yang diangkat mencakup isu lingkungan, kebudayaan, dan pengembangan komunitas. Formatnya bersifat dialogis, mendorong partisipasi aktif pengunjung.
Langkah Kecil, Dampak Nyata dari Lokatana

Kesadaran terhadap isu lingkungan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan festival. Botol minum bawaan sendiri dianjurkan. Peralatan makan ramah lingkungan disediakan. Area khusus untuk merokok dan grounding juga tersedia, mengajak pengunjung sejenak terhubung kembali dengan alam.
Menjelang malam, ada panggung terbuka dengan latar Gunung Lokon, pertunjukan musik menjadi penutup hari yang reflektif.
Kolaborasi Komunitas

Lokatana digerakkan oleh kolaborasi warga lokal. Lebih dari 50 pelaku usaha dan seniman dilibatkan, mulai dari barista, pengrajin, hingga komunitas seni. Banyak dari mereka baru pertama kali mengikuti festival seperti ini.
Tiket Berbasis Donasi
Alih-alih menjual tiket, Lokatana membuka akses masuk melalui sistem donasi. Pengunjung dapat memilih untuk mendukung program penyelamatan satwa liar di Sulawesi Utara atau program solidaritas sosial untuk masyarakat sekitar Tomohon.
Dengan demikian, kontribusi pengunjung memiliki dampak langsung sejak sebelum acara dimulai.
DOBU: Mata Uang dari Bambu
Untuk bertransaksi di dalam festival, digunakan DOBU, mata uang berbahan dasar bambu. Dengan nilai antara Rp30.000 hingga Rp75.000, pengunjung dapat membeli makanan, mengikuti lokakarya, dan mendukung produk lokal.
Ajakan untuk Bergerak Bersama
Lokatana adalah ajakan terbuka untuk terlibat. Di tengah ritme kehidupan yang cepat, festival ini menawarkan jeda, ruang untuk memperlambat langkah dan merefleksikan kembali hal-hal yang penting dalam kehidupan.
Informasi selengkapnya tersedia di akun Instagram resmi @lokatana.







































