STUDIO UBUD: TALENTA INDONESIA DI BALIK KESUKSESAN ANIME ONE PIECE, BLEACH, JUJUTSU KAISEN DAN LAINNYA
September 7, 2023

Nama Studio Ubud mungkin sudah tidak asing lagi di telinga banyak penggemar anime Jepang di Indonesia. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, mereka terlibat dalam pengerjaan berbagai proyek anime yang digemari oleh pecinta anime Indonesia. Baru-baru ini, nama Studio Ubud kembali disorot karena terlibat pengerjaan episode ke-1071 One Piece yang menampilkan sosok Gear 5 Luffy. 

VOLIX berkesempatan untuk berbincang dengan dua perwakilan Studio Ubud seputar perusahaan mereka dalam sebuah wawancara daring pada Rabu (30/8). Dua orang tersebut adalah Annisa Yulina, manajer studio yang bekerja di Jakarta, dan juga Fikri Resata, koordinator studio cabang Solo.

ASAL-USUL STUDIO UBUD

Walau menggunakan nama Ubud, PT. Kreasi Studio Ubud, atau yang kerap dipanggil Studio Ubud, sebenarnya tidak ada kaitan langsung sama sekali dengan lokasi wisata khas Bali tersebut. Penggunaan nama itu hanyalah sebuah perwujudan dari kegemaran CEO studio, Lindra Hismanto, terhadap tempat tersebut yang ia abadikan sebagai nama perusahaannya. Tempat operasinya sendiri terletak di dua wilayah luar Bali, yaitu Jakarta dan Solo. 

CEO Studio Ubud, Lindra Hismanto, bersama Presiden Association of Japanese Animation (AJA)

Sejak berdirinya pada tahun 2015, Studio Ubud telah membantu menghasilkan lebih dari 50 proyek anime yang meliputi One Piece, Bleach, Jujutsu Kaisen, Dragon Ball, Pokemon, Jojo’s Bizarre Adventure, dan masih banyak lainnya. Ini semua berkat visi dan misi mereka untuk menjadi perwakilan Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pengerjaan proyek anime asal Jepang sejak awal.

“Dari awal memang tujuannya untuk membuat studio animasi anime Jepang,” ujar Annisa. Menurutnya, pendiri Studio Ubud melihat celah bisnis ketika tahu ada beberapa studio Jepang yang bekerja sama dengan studio animasi Indonesia, namun tidak mampu mempertahankan kerjasama dalam waktu lama.“ Ia merasa ini kesempatan baginya untuk membuat studio animasi yang akan sukses dan dibuat khusus untuk pasar anime Jepang.” 

Studio Ubud menjalin kerja sama dengan studio-studio Jepang mulai 2016. Selama kurang lebih setahun lamanya, para pekerja Studio Ubud harus membuktikan kemampuannya kepada para calon klien asal Jepang dalam pembuatan animasi, mengikuti guidelines dan gaya unik animasi negeri mereka yang tidak diterapkan di mana pun termasuk Indonesia agar dapat melanjutkan hubungan kemitraan ke depannya. 

“Tiap training yang hampir setahun itu, kami gak dibayar sama sekali untuk mempelajari semua itu. Sampai klien melihat bahwa kita itu serius, mau belajar, dan mau berkembang. Akhirnya diberilah kepercayaan untuk join proyek-proyek mereka sampai sekarang ini, dan bisa dapat nama juga di proyek-proyek tersebut bahkan yang bernama besar.” Jelas Fikri. 

Tim Studio Ubud cabang Jakarta

PERAN DALAM PROYEK ANIME

Kontribusi Studio Ubud dalam pengerjaan proyek-proyek anime tersebut meliputi berbagai pekerjaan yang membantu proses animasi karakter-karakter dan perancangan special effect/camerawork untuk visual anime secara umum. Beberapa contoh dari pekerjaan ini antara lain photography assistance, compositing dalam sinematografi, dan painting. Untuk pengerjaan special effect, mereka tidak hanya dibatasi oleh pengerjaan TV series namun juga teasers, mini visuals, majalah dan merchandise. Walau keterlibatannya cukup dalam, Studio Ubud tidak memiliki hak cipta dari anime-anime tersebut karena masih berada di bawah naungan para studio inti di Jepang.

Source: Instagram/onepiece_staff

Salah satu karya terkini yang menunjukkan kemampuan tim Studio Ubud dalam keahlian animasi yaitu episode 1071 One Piece yang telah dirilis pada 6 Agustus 2023. Episode ini disambut dengan hangat oleh para penggemar One Piece tanah air. Episode tersebut menampilkan suguhan visual yang dianggap jauh di atas level animasi One Piece yang telah diraih sebelumnya demi penampilan perdana Gear 5 Luffy yang menggelegar. Dalam pembuatannya, Fikri mengaku bahwa timnya harus bekerja keras selama kurang lebih 2-3 bulan agar dapat merilisnya tepat waktu dengan tenggang waktu yang lumayan “mencekik.”

“Untuk One Piece sendiri ini, banyak banget instruksi-instruksi yang gak biasa. Jadi kita dapat instruksi untuk cameraworks, penempatan karakternya gimana, dan juga yang pasti karena gerakannya seperti yang kita tahu banyak efeknya, materinya banyak juga dan kita harus kejar tayang,” ujar Fikri. 

“Pengerjaan One Piece episode 1071 ke atas ini bisa dibilang cukup spesial karena banyak banget materinya dan instruksi cameraworks yang kompleks. Bisa dibilang ini proyek yang rawan retake. So far kita bisa menyelesaikan tanpa hambatan, atau anggap saja tanpa hambatan.” lanjutnya.

SUKA DUKA KERJA SAMA DENGAN STUDIO JEPANG

Tantangan lain yang dihadapi oleh tim Studio Ubud yaitu perbedaan budaya kerja dan jauhnya jarak dari Toei Animation, studio inti di balik One Piece. Menurut Annisa, seringkali Studio Ubud tiba-tiba kebanjiran proyek dengan tenggat yang berbeda-beda, sehingga harus menetapkan tingkat prioritas yang berbeda. Mereka juga harus mampu membiasakan diri terhadap perbedaan jam antara Indonesia dan Jepang yang membuat pekerjaan mereka makin menantang.

“Saya dan Fikri sebagai koordinator, dan kita lah yang hanya bisa ngomong dengan orang-orang Jepang. Kita yang telan-telan kalau mereka udah emosi, kita yang tahan-tahan supaya teman-teman yang sudah emosi juga sama kerjaannya bisa selesaikan dulu pekerjaannya,” ujar Annisa

Satu hal yang sangat membantu tim Studio Ubud dalam mengarungi derasnya alur pengerjaan animasi seperti itu tak lain adalah kegemaran para pekerjanya terhadap dunia anime yang begitu kuat. Hal yang mereka nikmati dalam pekerjaan ini yaitu melakukan riset-riset mengenai proyek yang akan mereka buat, karena pada umumnya anime-anime ini memang berdasarkan komik manga yang sudah dirilis sebelumnya. Menjadi penggemar anime alhasil menjadi sebuah motivator kuat bagi mereka untuk terus berjuang demi penggemar lainnya.

RESPON PARA PENGGEMAR

Annisa dan Fikri juga merasa bahwa karya mereka begitu dihargai melalui cara-cara yang unik dan terkesan lucu oleh para penggemar. Banyak di antara penggemar asal Indonesia yang gembira melihat Studio Ubud di bagian credit titles akhir anime-anime yang mereka bantu buat. Mereka berdua merasa bahwa para penggemar sangatlah berdedikasi, bahkan hingga mereka rela menunggu sampai credit titles selesai hanya untuk menangkap nama Studio Ubud dalam jajaran para kru dan pemain. 

Nama Studio Ubud di credit titles One Piece
Nama Studio Ubud di credit titles Bleach
Nama Studio Ubud di credit titles Jujutsu Kaisen
Nama Studio Ubud di credit titles Dragon Ball Super: Super Hero

Selain One Piece, Studio Ubud juga membantu pembuatan hampir semua episode serial Bleach. Lucunya, dalam salah satu episode Bleach, terdapat audio gamelan yang bermain di bagian akhir. Hal ini membuat banyak penggemar mengira bahwa Studio Ubud merupakan eksekutif di balik penggunaan gamelan tersebut walaupun sebenarnya tidak demikian.

“Kita animating ya, bukan bagian musik. Mungkin ada inspirasinya ke situ, cuman bukan karena kami. Kita tetap sebagai photography assistance.” Jelas Annisa mengenai status Studio Ubud sebagai “tersangka” karena suara gamelan tersebut.

HARAPAN KE DEPANNYA

Selebihnya, tim Studio Ubud juga berharap bahwa kontribusi mereka dalam pembuatan anime-anime dapat membuka jalan bagi para penggemar yang berminat untuk turut bergabung ke dalam dunia animasi ke depannya terutama anime. Dengan menghasilkan karya-karya tersebut, diharapkan juga mereka nantinya akan mampu melebarkan sayap dan membuat karya animasi-animasi sendiri demi kemajuan industri animasi dalam negeri. Animasi dalam negeri dirasa belum memiliki identitas yang unik seperti yang ditemukan di Jepang dan negara-negara barat. Mereka harap bahwa suatu saat Indonesia mampu melakukan hal yang sama.

Untuk mewujudkannya, Studio Ubud juga bekerja sama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung) untuk membuka mata kuliah animasi Jepang. Bagi para mahasiswa yang berminat untuk mendalami lingkup tersebut, mereka boleh mendaftar untuk berkesempatan diajari langsung oleh instruktur-instruktur yang datang dari Studio Ubud.

Studio Ubud di Institut Teknologi Bandung (ITB)

“Harapannya untuk para fans, misalnya mereka yang tadinya [jadi] penonton dan nantinya mau coba terjun ke dunia animasi, Studio Ubud [bisa] memfasilitasi. Kami mau memfasilitasi mereka untuk terjun ke dalam dunia animasi, terutama animasi Jepang. Nantinya ketika sudah bisa mengembangkan skill-skillnya, mereka juga bisa memberikan kontribusi ke dalam dunia animasi di dalam negeri,” ungkap Fikri mengenai mimpi Studio Ubud sebagai pencetus talenta anak-anak bangsa.

Terakhir, mereka juga mengimbau bagi para penggemar untuk tetap menyaksikan karya-karya mereka melalui situs dan platform resmi yang jelas. Dengan begitu, karya mereka yang sudah dibuat dengan susah payah tersebut dapat lebih diapresiasi dengan segenap hati.

Cari tahu seputar kabar terbaru dari Studio Ubud melalui media sosial mereka di Instagram @studioubud dan Facebook. 



See other posts

PPKM in Java-Bali is extended (again).
Memilih Laptop Handal untuk Berkarya bagi Digital Illustrator
Tahilalats Sold Out 1300 NFTs In One Minute At Rp27 Million Per NFT.