Connect with us

Hi, what are you looking for?

Movies

Serba-Serbi Pemain dan Kru Rebel Moon, Film Sci-Fi Netflix Terbaru oleh Sutradara Zack Snyder

Para pemain dan kru Rebel Moon di konferensi pers Tokyo, Jepang pada Senin (11/12).

Zack Snyder, sutradara di balik film-film seperti 300, Watchmen, Man of Steel, Batman v Superman: Dawn of Justice, dan Army of The Dead, kembali terjun ke dalam lingkup penggarapan film yang mengusung nuansa fantasi epik. Kali ini, ia melebarkan sayapnya dengan menciptakan sebuah dunia fiksi ilmiah baru yang berlatar di ruang angkasa melalui Rebel Moon.

Rebel Moon dirancang menjadi sebuah franchise orisinal baru yang dimulai dari bagian pembuka yakni Rebel Moon – Part One: A Child of Fire. Film ini akan segera tayang di Netflix mulai 22 Desember 2023. Untuk menyambut peluncurannya, Snyder bersama jajaran pemain dan kru mengunjungi Tokyo, Jepang pada Senin (11/12) untuk memperkenalkan dunia barunya kepada masyarakat umum menuju penayangan perdananya di Netflix.

Acara konferensi pers ini dihadiri oleh Zack Snyder selaku sutradara dan penulis cerita, Deborah Snyder selaku produser, Sofia Boutella yang berperan sebagai Kora, Ed Skrein sebagai Laksamana Noble, dan Doona Bae sebagai Nemesis. Mereka berbagi kesan dan pesan masing-masing mengenai proses pengerjaan film.

Sinopsis

Rebel Moon – Part One: A Child of Fire mengisahkan tentang Kora, seorang tak dikenal dengan masa lalu misterius yang menjadi harapan terbaik bagi para penduduk desa kecil di bulan antah berantah bernama Veldt. Dengan bantuan Kora beserta sekelompok kesatria yang datang dari berbagai latar belakang, para penduduk desa berjuang melawan jajahan pasukan tiran Regen Balisarius dari Motherworld yang dipimpin oleh Laksamana Atticus Noble. Film ini mengusung berbagai tema seperti balas dendam, penebusan, hingga kesuraman perang yang mempengaruhi hidup berbagai makhluk di seluruh alam semesta.

Visi Zack Snyder

Zack Snyder mengawali jalannya kegiatan wawancara dengan membagikan pengalamannya merangkai proyek Rebel Moon. Ia mengaku sudah mendapatkan inspirasi untuk membuat sebuah film space opera layaknya Star Wars sejak masih duduk di bangku kuliah. Dalam sebuah kelas, ia ditugaskan oleh dosennya untuk mengambil suatu cerita yang sudah ada dan mengubah latarnya sebagai konsep presentasi.

“Bagaimana kalau Dirty Dozen… di luar angkasa?” Saya ingat menyampaikannya ke dosen saya dan ia berkata, “Ya, tentu saja, tetapi bagaimana kamu mendapatkan ide seperti itu?” Jelas Snyder.

Konsep tersebut mudah dikatakan namun sebenarnya memerlukan banyak usaha untuk membangun dunia yang seambisius itu. Walau begitu, Snyder merasa bahwa hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan dan hanya membutuhkan waktu, tenaga, dan sumber daya yang memadai.

Selebihnya, Snyder mengungkapkan bahwa draft-draft naskah awal untuk Rebel Moon telah ditulis sejak 20 tahun yang lalu. Dirinya terinspirasi oleh Star Wars, Seven Samurai (1954), Conan The Barbarian (1982), Excalibur (1981), dan majalah-majalah Heavy Metal. Snyder terdorong untuk menggabungkan berbagai gaya visual dan jenis genre ke dalam film ini untuk membangun dunia unik dengan balutan visual yang bervariasi dan memikat mata penonton.

Deborah Snyder, istri Zack sekaligus produser film, menambahkan bahwa mereka merasa sangat senang dapat mengerjakan proyek orisinal setelah sebelumnya mengerjakan begitu banyak Kekayaan Intelektual seperti proyek-proyek film DC di Warner Bros. Dengan begitu, mereka mampu memperoleh lebih banyak kebebasan untuk bercerita dan mengambil gambar secara keseluruhan.

Sofia Boutella sebagai Kora

Sofia Boutella memerankan Kora, salah satu tokoh utama Rebel Moon yang memiliki masa lalu misterius. Ia harus membantu para penduduk desa kecil di permukaan bulan Veldt untuk menahan serangan dan jajahan dari pasukan Motherworld di bawah pimpinan Laksamana Noble. 

Boutella mengaku bahwa dirinya termotivasi untuk bekerja sama dengan Snyder setelah duduk bersamanya untuk mendiskusikan proyek film ini selama 3 jam.

“Saya sangat tergetar melihat betapa ia sangat bersemangat dan berpengetahuan tentang cerita ini yang telah ia tulis selama 20 tahun,” ujarnya. 

“Tak ada satu pun pertanyaan yang tidak ia jawab. Saya sangat suka bekerja sama dengan orang yang sangat mencintai pekerjaan mereka, dan Zack tentu saja salah satu orang itu.”

Boutella kemudian menjelaskan bahwa banyak aspek dari karakter Kora yang ia temukan dalam dirinya sendiri. 

Kora merupakan seseorang yang harus meninggalkan tanah kelahirannya untuk tinggal di dunia lain dan harus memulai segalanya dari awal sebagai seorang tentara. Hal tersebut mencerminkan Boutella yang dilahirkan di Aljazair dan harus pindah ke Prancis saat berusia 10 tahun. Ia kemudian berpindah ke Los Angeles, Amerika Serikat saat menginjak usia 20-an. Walau tidak memiliki latar belakang di militer seperti Kora, Boutella sempat melalui masa-masa perang saudara di Aljazair dan hal tersebut mendorong dirinya dan keluarganya untuk pindah ke tempat yang lebih damai.

Untuk memerankan karakter Kora yang pandai bertarung, Boutella merasa senang dapat memanfaatkan latar belakangnya sebagai seorang pedansa untuk menyusun gaya bertarungnya dalam film. Dirinya juga sudah tidak asing dengan peran-peran yang menguras fisik, contohnya adalah Gazelle dalam Kingsman: The Secret Service (2014), Jaylah dalam Star Trek Beyond (2016), dan Ahmanet dalam The Mummy (2016). 

Ed Skrein sebagai Laksamana Noble

Ed Skrein yang memerankan Atticus Noble, seorang laksamana keji dari Motherworld, merasa sangat beruntung telah memperoleh kesempatan memainkan karakter antagonis tersebut. 

“Saat saya membaca naskah dan menemukan Noble, saya hanya terpikir, ini adalah kesempatan. Karakter hebat, cerita hebat. Memerankan peran antagonis sering kali tidak dianggap dari sudut pandang naratif,” ujar Skrein.

Skrein merasa bahwa penggambaran Noble dalam film ini sangat ditonjolkan dan setaraf dengan sang protagonis. Hal tersebut yang menurutnya tidak sering dilakukan dalam film-film lain sehingga tokoh antagonis cenderung terasa kurang berkesan. Namun, beda halnya dengan Noble yang terasa seperti tokoh utama menurut Skrein. 

Untuk menyiapkan peran ini, Skrein meningkatkan intensitas olahraga yang ia jalankan dan seringkali ia melakukannya sendirian selama kurang lebih 3-4 jam tiap harinya. Ia berusaha untuk tidak menyia-nyiakan sedetik pun waktu yang telah diberikan kepadanya. Selama di lokasi syuting, dirinya menjadi satu-satunya yang mengonsumsi ayam, brokoli, serta asparagus sementara yang lainnya memilih pasta keju. Dirinya bahkan sampai rela meninggalkan keluarga dan komunitasnya di London untuk waktu yang lama demi peran ini. 

Selama pengambilan gambar di puncak musim panas, Skrein harus mengenakan pakaian tebal yang meliputi mantel militer wol dengan kerah bulu, sarung tangan kulit, sepatu bot setinggi lutut, dan topi. Hal tersebut cukup menguras tenaga, namun Skrein tetap menjalankannya dengan gigih dan merasa bahwa pengalaman tersebut sangat mengesankan.

Doona Bae sebagai Nemesis

Aktris asal Korea Selatan Doona Bae juga turut meramaikan film sebagai Nemesis, seorang pendekar yang ahli bertarung dengan pedang. Kedua tangannya buntung dan digantikan oleh sepasang lengan palsu mekanik yang dapat berperan sebagai pedang-pedang panas mematikan.

Bae mendeskripsikan karakternya sebagai pejuang pendiam namun tangguh. Ia sangat sukar untuk dibaca dari luar, namun di balik itu semua Nemesis merupakan seorang ibu dengan hati yang lembut. Pendekatan yang diambil oleh Doona untuk menjiwai karakter ini sebagian besar bersumber dari elemen sentimental karakter tersebut dengan begitu ia dapat dengan mudah terhubung dengannya. 

Selebihnya, Bae merasa bahwa kisah yang dibawakan film ini terasa sangat nyata karena menceritakan tentang kaum tertindas yang memperjuangkan keadilan dan kebebasan mereka dari para penjajah. 

“Secara historis, ada banyak peristiwa ketika kita melihat orang memperjuangkan keadilan, atau kebebasan, atau hal yang benar. Film ini berlatar di luar angkasa, tetapi ini sebenarnya cerita kita. Ini tentang apa yang telah kita lalui sebagai manusia,” menurut Bae.

Pada akhirnya, Zack Snyder berharap agar bagian pertama kisah Rebel Moon ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan dapat membuat mereka terbawa arus ke dalam dunia baru garapannya tersebut. Para pemain dan kru telah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membangun suatu kisah yang terasa nyata dan mencerminkan sisi gelap hidup dalam balutan karya fiksi ilmiah yang apik. Bagian pertama ini akan dilanjutkan oleh bagian kedua yaitu Rebel Moon – Part Two: The Scargiver yang akan dirilis di Netflix pada 19 April 2024. 

Untuk sementara waktu, penonton dapat mengawali kisah dunia Rebel Moon dengan Rebel Moon – Part One: A Child of Fire yang akan segera tayang di Netflix pada Jumat, 22 Desember 2024.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Read