Connect with us

Hi, what are you looking for?

Music

Raissa Anggiani Rilis Lagu “Satu Langkah”, Tentang Cinta dan Keberanian

Raissa Anggiani
Raissa Anggiani

Raissa Anggiani resmi merilis single terbarunya berjudul “Satu Langkah” yang telah tersedia di berbagai platform digital. Lagu ini menjadi lanjutan dari karya-karya Raissa sebelumnya yang banyak berbicara tentang relasi, proses tumbuh, dan emosi personal.

Makna “Satu Langkah” bagi Raissa Anggiani

Raissa Anggiani
foto via <a href=httpswwwinstagramcomraissanggiani title=>Raissa Anggiani<a>

Raissa menjelaskan bahwa Satu Langkah berangkat dari pemahaman tentang keberanian. Bagi Raissa, lagu ini menggambarkan keberanian untuk memulai sesuatu, bahkan melalui hal-hal kecil. Tema utama yang diangkat adalah cinta, khususnya tentang keberanian untuk mencintai, membangun kepercayaan, saling menyembuhkan, dan bertumbuh bersama.

Proses Kreatif “Satu Langkah”

Proses kreatif lagu ini juga dipengaruhi oleh dinamika emosional Raissa sendiri. Ia mengungkapkan bahwa ketakutan sering muncul saat hendak merilis lagu. Namun, saat menulis lagu sendirian di kamar, ia justru mampu menuntun rasa takut tersebut menjadi ekspresi yang bisa dituangkan melalui medium musik.

Alih-alih melihat ketakutan sebagai hambatan, Raissa mengolahnya menjadi bahan bakar kreatif. Ia percaya bahwa akan selalu ada pendengar yang bisa merasakan dan terhubung dengan isi lagu ini.

Tentang Cinta dan Keberanian

Raissa juga menyampaikan bahwa nuansa lagu ini kembali membawa pendengarnya ke era di mana seseorang merasa dimengerti dan didengar, dan dari sana muncul keinginan untuk terus bersama orang yang dicintai.

Mengenai tantangan emosional, Raissa menambahkan bahwa lebih sulit mengambil langkah mundur setelah terlalu jauh melangkah, dibandingkan memulai sesuatu. Ia menekankan pentingnya kepercayaan terhadap diri sendiri dan kekuatan untuk bertahan dalam hubungan.

Semua lirik dalam Satu Langkah ditulis sebagai refleksi diri. Menurut Raissa, cinta yang sehat mampu menggantikan perasaan buruk dari masa lalu. Melalui bagian reff yang berbunyi “tidakkah kau lelah dengan cerita kehilangan penantian yang semu?”, Raissa ingin menunjukkan kerinduan akan hubungan yang aman, nyaman, dan layak disebut sebagai “rumah”.

Click to comment
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Most Read