Connect with us

Hi, what are you looking for?

Current Affairs

Mengenal Fictoseksual: Ketertarikan Romantis Terhadap Tokoh Fiksi

Instagram.com/@akihikokondosk

Lelaki asal Tokyo bernama Akihiko Kondo, 40 tahun, adalah seorang lelaki biasa yang sehari-harinya bekerja sebagai PNS di kantor pemerintahan lokal. Akan tetapi, sejak 4 tahun lalu ia kerap menjadi bahan berita. Pasalnya, di tahun 2018 ia menikah—bukan dengan perempuan biasa—namun dengan sebuah boneka karakter Hatsune Miku.

Kondo mengatakan dirinya punya kecenderungan fictoseksual, suatu kecenderungan di mana orang tersebut memiliki ketertarikan romantis pada tokoh fiksi. Sejak Juli 2023, Kondo dan teman-temannya telah memulai sebuah asosiasi untuk memperjuangkan hak-hak para fictoseksual yang kerap menerima rundungan dan pandangan sinis masyarakat. Padahal, ia tidak mengusik, menyakiti, atau melukai siapa-siapa dengan pernikahannya tersebut. Menurutnya, amat penting untuk membuka pandangan masyarakat dan mencegah diskriminasi terhadap kaum minoritas seperti dirinya.

Instagram.com/@akihikokondosk

Menurut survey nasional tahun 2017 oleh Japanese Association for Sex Education, lebih dari 10% dari siswa perempuan dan laki-laki punya kecenderungan romantis pada karakter fiksi. Menurut data ini, perempuan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menyukai karakter fiksi, yakni 17%.

Fictoseksual sendiri adalah sebuah istilah yang memayungi beragam kecenderungan seksual serupa yakni:

  • Semifictosexual – ketertarikan terhadap karakter fiksi dan manusia.
  • Animesexual – ketertarikan terhadap karakter anime
  • Cartosexual – ketertarikan terhadap karakter kartun/komik
  • Booklosexual – ketertarikan terhadap karakter novel
  • Visualnovelsexual – ketertarikan terhadap karakter novel grafis
  • Gamosexual – ketertarikan terhadap karakter video game
  • Imagisexual – ketertarikan terhadap karakter fiksi yang tidak digambarkan dalam ilustrasi (karakter dalam buku, podcast, etc)
  • Inreasexual – ketertarikan terhadap karakter live-action.
  • OCsexual – ketertarikan terhadap karakter fiksi yang ia ciptakan sendiri.
  • Teratosexual – ketertarikan terhadap karakter monster.
  • Tobusexual – ketertarikan terhadap karakter vampir.
  • Spectrosexual – ketertarikan terhadap karakter hantu.
  • Anuafsexual – ketertarikan terhadap karakter setengah manusia.
  • Herosexual – ketertarikan terhadap karakter pahlawan.
  • Villasexual – ketertarikan terhadap karakter penjahat.
  • dll

Fictoseksual tidak menyangkut perilaku seksual yang menyakiti orang atau makhluk lain seperti pedophilia, zoophilia, atau incest. Bahkan, mereka lebih sering mengidentifikasikan diri dengan orang-orang aseksual, atau orang-orang yang tidak tertarik untuk berhubungan seks. Namun karena sifatnya yang tidak umum di masyakarat, orang-orang seperti Kondo kerap kali mendapatkan stigma, diskriminasi, dan menerima rundungan.

Walau posisinya di spektrum LGBTQ+ masih diperdebatkan, komunitas fictoseksual juga memiliki bendera untuk merepresentasikan kelompoknya. Bendera yang didominasi warna hitam, abu-abu, ungu, dan pink ini dianggap mewakili kecenderungan mereka yang aseksual, tidak tertarik secara romantis dan seksual dengan manusia, dan kecintaan mereka terhadap karakter fiksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Read