Kronologi Kontroversi Portal New York-Dublin, Instalasi Seni “Pemersatu Dua Bangsa”
May 26, 2024

Portal New York-Dublin, atau The Portal, menjadi viral dalam beberapa minggu terakhir sejak pertama kali dikenalkan kepada masyarakat umum pada 8 Mei 2024. 

Obyek ini merupakan semacam instalasi seni berbasis teknologi siaran jarak jauh yang dibangun untuk menghubungkan masyarakat antar dua negara dengan satu sama lain. 

Portal tersebut menayangkan siaran langsung kondisi lalu lalang dua kota di dua negara, New York City di Amerika Serikat dan Dublin di Irlandia. Masyarakat di satu sisi dapat menyapa dan berinteraksi dengan yang berada di sisi lain secara real-time

Benediktas Gylys, perancang konsep The Portal, menyatakan bahwa salah satu tujuan dibangunnya obyek tersebut memang sebagai penghubung antara dua negara yang dapat digunakan kapan pun oleh banyak orang sekaligus.

Source: Reuters/Brendan McDermid

Pada Rabu, 8 Mei 2024, kedua portal diperkenalkan di dua kota secara serempak. Portal di New York dipasang di Flatiron South Public Plaza di 23rd Street, Fifth Avenue dan Broadway. Sementara itu, portal di Dublin berada di North Earl Street.

Selama satu atau dua hari semenjak pembukaan, The Portal dimanfaatkan sewajarnya oleh masyarakat. Namun, pada Senin, 13 Mei 2024, kedua portal ditutup untuk sementara setelah masyarakat mulai bertingkah di luar batas.

Di New York contohnya, seorang wanita memperlihatkan dadanya secara eksplisit di hadapan para warga Dublin di sisi lain portal. 

Warga Dublin pun tidak mau kalah. Mereka terlihat mempertunjukkan gambar menara kembar World Trade Center (WTC) pada saat insiden 11 September 2001 alias 9/11 kepada warga New York.

Setelah serangkaian kejadian tidak senonoh, akhirnya pemerintah New York dan Dublin memutuskan untuk menutup portal untuk sementara waktu. 

Kini, dua portal kembali dibuka setelah adanya penyesuaian ulang dari pemerintah masing-masing kota.

Salah satu limitasi baru yang telah diterapkan untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan yaitu fitur teknologi berbasis jarak kedekatan. Fitur ini akan memburamkan visual portal apabila orang-orang berdiri terlalu dekat dengan kamera. Pagar juga telah dipasang di sekitar portal sebagai langkah pencegahan tambahan.

Selain itu, jam operasional telah ditetapkan untuk kedua portal di masing-masing kota. Kini, mereka tidak berfungsi selama 24 jam.

Di New York, portal hanya dibuka antara pukul 06.00 hingga 16.00. Sementara itu, portal hanya beroperasi di Dublin antara pukul 11.00 hingga 21.00. Tiap portal juga akan dilengkapi oleh tenaga keamanan dan akan diawasi setiap saat.

Dengan diterapkannya aturan-aturan baru tersebut, pemerintah berharap dapat kembali menjadikan The Portal sebagai sarana penghubung antar dua negara untuk menyambung silaturahmi.



See other posts

Asian Values: Warisan Budaya yang Mengakar dalam Masyarakat Asia
Sebastian Stan Akan Memerankan Donald Trump Muda dalam Biopik The Apprentice
NASA Merilis Foto Planet Uranus dengan Teleskop Webb