“Ketika Berhenti di Sini” Kisahkan Sisi Gelap Dan Terang Teknologi AI
July 28, 2023

Film kedua garapan sutradara Umay Shahab, Ketika Berhenti Di Sini, membawa penonton merenungkan berbagai sisi teknologi AI (artificial intelligence), terutama dalam kapasitasnya untuk memberi dukungan emosional di kala duka. 

Film yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina sebagai pemeran utama, bersama jajaran bintang ternama lainnya seperti Bryan Domani, Refal Hady, Lutesha dan Widyawati, ini menuturkan kisah romansa berbalut duka yang bernuansa kekinian. Film ini mempertanyakan teknologi AI yang telah membawa berbagai pengaruh dalam segala aspek dalam kehidupan manusia sehingga kita mampu untuk melakukan hal-hal yang dulunya hanya sebatas imajinasi belaka. 

Di film ini, Prilly berperan sebagai Dita, seorang desainer grafis yang memiliki hubungan romantis dengan Ed, seorang arsitek dan ahli teknologi yang diperankan oleh Bryan Domani. Setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa Ed, Dita mulai menghabiskan hari-harinya tenggelam di dalam duka, trauma, dan rasa bersalah yang terus mengikisnya. Seberapa kerasnya ia mencoba untuk move on, ingatan tentang Ed tetap tidak meninggalkan benaknya. Hingga suatu hari, Dita menemukan pemberian terakhir oleh Ed yaitu sebuah kacamata serbaguna berteknologi AI yang mampu memancarkan sosok fisik Ed secara keseluruhan dalam bentuk hologram.

Source : YouTube/Prilly Latuconsina

Lewat kacamata tersebut, Dita mampu berinteraksi dengan hologram Ed yang memiliki pikiran sendiri dengan kekuatan AI. Di sinilah konflik utama dalam cerita dimulai dan konsep AI masuk ke dalam perbincangan. Hologram Ed dirancang untuk membantu Dita dalam kesehariannya bersama sosok yang sudah tidak asing baginya, namun untuk kasus Dita hal ini justru menjadi sebuah cara baginya untuk mengatasi rasa kehilangan yang telah ia alami sejak lama. Ia mulai menghabiskan banyak waktu memakai kacamata tersebut agar dapat bersama hologram Ed kapanpun dan dimanapun. Namun, apakah cara tersebut berdampak positif bagi Dita atau justru menariknya ke dalam dunia fantasi yang tiada hentinya? 

Source : YouTube/Prilly Latuconsina

Penggambaran hologram AI di dalam film ini disampaikan dengan bantuan efek visual CGI yang menghadirkan Ed sebagai sosok bayangan virtual yang hanya dapat disaksikan oleh pengguna kacamata tersebut. Hal ini layaknya gawai berteknologi AR (Augmented Reality) yang mampu menampilkan sosok-sosok virtual di dunia nyata seakan-akan mereka sungguhan berada disana. Dalam wawancara dengan jajaran pemain dan kru film saat penayangan perdana di Plaza Indonesia XXI pada Senin (24/7), terungkap bahwa para kru mendapat bantuan dari beberapa mitra di Jepang untuk mematangkan konsep ini agar eksekusinya di dalam film dapat berjalan dengan baik. Pengerjaan filmnya secara keseluruhan pun tidak memakan waktu yang singkat.

“Tidak mudah perjalanannya untuk mengerjakan film Ketika Berhenti Di Sini, memakan waktu hampir 3 tahun,” ungkap Umay mengenai lamanya pembuatan film.

Prilly Latuconsina, Refal Hady dan Lutesha saat penayangan perdana film di Plaza Indonesia XXI Jakarta, Senin (24/7)

Tim Ketika Berhenti di Sini berharap penonton dapat melihat diri mereka sendiri di dalam film tersebut apabila berada di posisi yang mirip dengan Dita. Bahkan para pemain sempat terbayang akan orang-orang tercinta dalam kehidupan mereka yang sudah tiada saat jalannya proses pengambilan gambar termasuk Prilly sendiri.

"Aku suka nangis karena film ini buat kakek yang nggak bisa lihat hasilnya," sebut Prilly mengenai mendiang kakeknya.

Uniknya adalah saat di bagian credits akhir film, terdapat tampilan foto-foto asli anggota keluarga pemain dan kru yang sudah tiada untuk menunjukkan bahwa film ini merupakan hal yang sangat personal bagi mereka semua yang terlibat.

Perasaan duka yang pedih memerlukan tahapan panjang agar dapat diatasi. Tentunya dalam kehidupan di mana tiap orang bergantung pada teknologi, beberapa yang sedang berduka akan mencoba untuk memanfaatkan teknologi untuk membantu mereka dalam proses pemulihan tersebut. Film ini menjelaskan tentang bagaimana sebuah batasan ditetapkan dalam hal tersebut agar seseorang dapat pulih dari rasa kehilangan dan tidak melepas hubungan dengan dunia nyata yang berisi orang-orang yang masih mencintainya.

Source : YouTube/Prilly Latuconsina

Ketika Berhenti Disini sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 27 Juli 2023.



See other posts

Indonesia Is Ranked 5th as The Country Causing The Climate Crisis.
The Constitutional Court (MK) decided that Omnibus Law on Job Creation Was Contrary to the UUD 1945.
SHERYL SHEINAFIA LEMPAR SINGLE BARU “DEAR MR. PETTY”