Connect with us

Hi, what are you looking for?

Current Affairs

Pesan Natal Kardinal Suharyo: “Berhenti Rusak Hutan Negeri Ini!”

Pesan Natal Kardinal Suharyo
Via YT/Gereja Sanbarto

Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, menyampaikan pesan perdamaian yang ditujukan kepada masyarakat dan para pemimpin negeri ini usai Misa Pontifikal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat pada Hari Natal Kamis (25/12).

“Kalau di suatu negara yang kuat, yang kaya merusak hutan, korbannya siapa? Korbannya saudara-saudara kita yang tidak mempunyai kuasa apapun untuk mencegah itu,” ucap Kardinal Suharyo.

Pernyataan Kardinal Suharyo bercermin dari rangkaian musibah banjir dan longsor yang melanda beberapa titik Indonesia selama beberapa minggu terakhir ini, terutama di Sumatra Utara. Musibah ini diduga terjadi karena ulah tangan manusia yang menggunduli area perhutanan, memicu terjadinya banjir dan longsor berkepanjangan.

Kardinal Suharyo melanjutkan, “Kalau misalnya nanti penegak hukum menengarai ini kerusakan hutan disebabkan karena alamnya memang begini, tetapi karena perusakan hutan yang legal. Meskipun buruk, legalitasnya diperoleh dengan cara yang tidak bagus.”

“Kalau hutan ditebang dan diganti dengan apapun lah, tambang kah apa…itu kan artinya ekosistem dunia ini berubah. Nah, siapa yang menandatangani izin menebang hutan? Ketika izin itu diberikan, apakah dengan analisis lingkungan, analisis dampak dan sebagainya dilakukan enggak.”

<em>Via Antara FotoIrwansyah Putra<em>

Kardinal Suharyo tetap berharap bahwa pemerintah dan pejabat negeri ini dapat fokus terhadap memajukan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekosistem lingkungan. Apabila kekuasaan digunakan secara sewenang-wenang, maka dampak negatifnya akan dirasakan oleh rakyat itu sendiri.

“Melalui semangat kelahiran juruselamat, Keuskupan Agung Jakarta berharap kepada para pemimpin yang memanggul mandat warga berdaulat untuk bekerja sebaik-baiknya mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bersama,” ujar Kardinal Suharyo.

Pesan Natal Kardinal Suharyo tersebut menanggapi gema dari suara tangisan warga-warga yang harus merasakan pedihnya musibah banjir dan longsor. Perayaan Natal mereka kali ini tidak lagi berjalan sekhidmat tahun-tahun sebelumnya. Mereka harus bergantung pada bantuan-bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai pihak demi bisa menikmati Natal.

Baca juga: UMP Jakarta 2026 Naik 6,17% Jadi Rp5,7 Juta.

Click to comment
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments