Volix
Gamesuntil dawn 2firespriteadhoc studioplaystation 5game horor

Until Dawn 2 Rilis 28 Januari 2027, Pengembangnya Bukan Supermassive

Iqbal Baskari·
Until Dawn 2 Rilis 28 Januari 2027, Pengembangnya Bukan Supermassive
Via Firesprite

Sony akhirnya mengunci tanggal rilis Until Dawn 2. Sekuel game horor berbasis pilihan itu dijadwalkan meluncur pada 28 Januari 2027 sebagai eksklusif PlayStation 5, dengan pra-order yang dibuka mulai 10 September. Kepastian tanggalnya datang lewat trailer baru pada awal September, beberapa bulan setelah gamenya pertama kali diperkenalkan di acara State of Play pada Juni 2026.

Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal, penggarapnya bukan Supermassive Games, studio yang membuat Until Dawn orisinal pada 2015 sekaligus versi remake-nya pada 2024. Itu pertanyaan pertama yang muncul di benak hampir semua pemain seri ini, dan jawabannya membawa nama studio lain yang rekam jejaknya justru sedang panas.

Firesprite yang Pegang Kemudi

Pengembangnya adalah Firesprite, studio first-party Sony yang berbasis di Liverpool. Sementara penerbitnya tetap Sony Interactive Entertainment.

Via Firesprite

Pergantian ini yang paling banyak dipertanyakan penggemar, dan wajar. Supermassive praktis identik dengan genre ini, bukan hanya lewat Until Dawn tetapi juga seri The Dark Pictures Anthology. Meski begitu, Until Dawn 2 dibangun dari nol untuk perangkat keras PlayStation generasi sekarang, dengan mesin grafis baru, animasi wajah yang diperbarui, serta pencahayaan dinamis.

Waralabanya Sedang Melebar

Perlu dicatat bahwa Until Dawn 2 bukan langkah pertama pelebaran waralaba ini. Setelah game orisinalnya terbit untuk PlayStation 4 pada 2015 dan membuat genre horor berbasis pilihan naik daun, Supermassive merilis versi remake-nya pada 2024. Setahun berikutnya, ceritanya diadaptasi ke layar lebar lewat film Until Dawn garapan David F. Sandberg, yang juga menghadirkan kembali Peter Stormare sebagai Dr. Hill.

Artinya properti ini sudah berpindah tangan dan berpindah medium beberapa kali dalam waktu singkat, dan sekuel game inilah percobaan terbesar untuk melanjutkannya.

Ceritanya Ditulis Tim di Balik Dispatch

Kabar yang menenangkan datang dari sisi naskah. Firesprite menggandeng AdHoc Studio untuk menggarap ceritanya. Studio asal Amerika Serikat itu berdiri pada 2018 dan diisi para veteran Telltale Games, dengan rekam jejak menulis dan mengarahkan judul seperti The Wolf Among Us, Tales from the Borderlands, serta musim pertama The Walking Dead.

Kredensial terbarunya juga segar. Game mereka, Dispatch, memenangi tiga penghargaan di BAFTA Games Awards 2026, yaitu Animation, Audio Achievement, dan Performer in a Supporting Role untuk Jeffrey Wright.

Creative director Firesprite menjanjikan hasil yang sepadan. Menurutnya, pemain bisa mengharapkan “cerita berlapis yang penuh karakter kaya, dialog setajam silet, hubungan yang rumit, keputusan berat, dan ya, sejumlah kematian yang mengerikan.”

Kru Pemburu Hantu Palsu yang Bertemu yang Asli

Via Firesprite

Premisnya berpindah jauh dari gunung bersalju. Kali ini ceritanya mengikuti Dead True, kru investigasi paranormal yang selama ini justru dikenal merekayasa konten supranatural. Setelah penyelidikan mereka di Blackwood Sanitorium berubah menegangkan, perjumpaan dengan seorang penyintas bernama Yoona membawa mereka ke Akishima Island, pulau terpencil yang puluhan tahun ditinggalkan dan menyimpan rahasia jauh lebih tua daripada dugaan mereka.

Pergeseran latarnya sendiri cukup ekstrem. Game pertama mengurung pemainnya di gunung bersalju yang terisolasi, dengan dingin dan gelap sebagai sumber tekanan utama. Kali ini latarnya pulau tropis yang panas dan terbuka, dan ketegangannya harus dibangun dari hal yang berbeda.

Secara struktur ini sekuel yang berdiri sendiri, dengan pemeran dan latar baru, bukan lanjutan langsung dari kisah Blackwood Mountain.

Butterfly Effect Kembali, dan Ada Wajah Lama

Sistem Butterfly Effect tetap jadi tulang punggungnya. Setiap keputusan pemain memengaruhi jalannya cerita dan siapa yang bertahan hidup, dan seluruh karakter utama tetap bisa hidup atau mati bergantung pilihan pemain. Cabang ceritanya dipengaruhi keputusan besar, interaksi kecil, sekaligus dinamika hubungan antaranggota kelompok

Via Firesprite

Peter Stormare kembali memerankan Dr. Alan J. Hill, psikiater yang di game pertama menyapa pemain di sela-sela bab. Selain dia, jajaran pemainnya diisi Dacre Montgomery, Neil Newbon, Gavin Leatherwood, dan Tanner Buchanan.

Pra-ORDER dan Edisi-edisinya

Pra-order dibuka pada 10 September. Bonusnya mencakup Until Dawn Classic Set, Akishima Island Holiday Set, serta bobblehead Dr. Hill yang bisa ditemukan di dalam game.

Ada pula Digital Deluxe Edition yang menambahkan Y2K Neon Vibes Pack untuk delapan karakter yang bisa dimainkan, plus Death Diorama berisi vignet yang dapat dibuka.

Yang belum diumumkan sampai sekarang adalah harga resmi untuk pasar Indonesia dan kemungkinan versi PC. Sejauh ini Until Dawn 2 dipastikan eksklusif PlayStation 5, tanpa platform lain yang disebut.

Baca Juga