Bravy Tampil di Festival Sound Horeg Malang, Donasikan Seluruh Fee untuk Korban Kanjuruhan

DJ sekaligus produser musik elektronik, Bravy, menunjukkan sisi lain dari panggung yang biasa ia tempati. Tampil di Triple B Festival di Malang pada 11 Juni 2026 bersama Brewog dan Blizzard, Bravy tidak hanya merasakan atmosfer baru lewat fenomena sound horeg, tetapi juga melakukan aksi sosial.
Pada kesempatan tersebut, ia mendonasikan seluruh fee penampilannya kepada Yayasan Aremania untuk membantu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang hingga kini masih membutuhkan dukungan.
Donasi untuk Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
Aksi solidaritas menjadi sorotan utama dari penampilan Bravy di festival tersebut. Alih-alih membawa pulang bayaran, ia memilih menyalurkan seluruh fee-nya kepada Yayasan Aremania untuk meringankan beban keluarga korban. Gestur ini terasa sangat berarti, terlebih festival berlangsung di kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang, tempat yang menyimpan luka mendalam bagi masyarakat.
Tragedi Kanjuruhan sendiri terjadi pada 1 Oktober 2022, seusai laga Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, dan menjadi salah satu tragedi sepak bola terburuk dalam sejarah dengan korban yang secara luas dicatat mencapai 135 orang meninggal serta ratusan lainnya luka-luka. Hingga kini, banyak keluarga korban yang masih membutuhkan perhatian, sehingga donasi semacam ini menjadi bentuk kepedulian yang nyata.
Melihat Lebih Dekat Fenomena Sound Horeg
Bagi Bravy yang terbiasa tampil di klub dan festival musik elektronik, penampilan kali ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat salah satu fenomena budaya musik yang belakangan banyak diperbincangkan di Jawa Timur, yakni sound horeg.

Sound horeg merujuk pada budaya sistem audio bertenaga besar yang populer di Jawa Timur, kerap tampil dalam karnaval atau hajatan dengan dentuman bass yang menggelegar, dan belakangan menjadi fenomena yang ramai di media sosial. Di balik berbagai perbincangan mengenai sound horeg, Bravy justru menemukan antusiasme komunitas dan audiens yang tumbuh secara organik melalui ruang budaya mereka sendiri.
Triple B Festival yang menghadirkan Blizzard, Brewog, dan Bravy sebagai headliner hadir dalam format festival dengan produksi yang tertata dan pelaksanaan yang berlangsung secara resmi. Berbeda dari gambaran yang selama ini kerap muncul di ruang publik, acara tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah komunitas musik dapat berkembang menjadi ruang pertemuan bagi berbagai lapisan audiens.
Identitas Musik yang Tak Terbatas Satu Genre
Penampilan di festival sound horeg ini sekaligus menegaskan identitas musik Bravy yang tidak pernah terpaku pada satu genre. Selama ini, ia dikenal lewat berbagai eksplorasi di musik elektronik, mulai dari Indonesian Bounce hingga BKB bersama Package Collective, kolektif yang turut ia bangun dan pimpin hingga saat ini. Melalui Package Collective, Bravy juga aktif mendorong perkembangan musik elektronik alternatif dan kultur rave di berbagai kota di Indonesia. Namun, perjalanan musikalnya tidak berhenti di sana.
Sebelum dikenal lewat Indonesian Bounce dan berbagai set berorientasi rave culture, Bravy lebih dulu aktif di lingkungan hip-hop dan urban bersama Trigger Management. Jejak itu masih terus hadir hingga sekarang, termasuk saat ia tampil bersama roster Trigger Management di Vault, serta lewat acara 'Sudden Drop: Bravy's Playground' di Wu Backroom Bandung bersama Robstee, YB, hbrp, Erga, dan Artrave.
Satu Perjalanan Musik yang Berkesinambungan
Berbagai fase tersebut menunjukkan bahwa perkembangan musik Bravy berjalan sebagai satu perjalanan yang berkesinambungan. Hip-hop, urban, Indonesian Bounce, BKB, hingga rave culture menjadi bagian dari bahasa musik yang sama, yang terus berkembang mengikuti ruang, audiens, dan pengalaman yang ia temui.
Penampilannya di Triple B Festival Malang pun menjadi salah satu contoh bagaimana Bravy terus membuka diri terhadap berbagai kultur musik tanpa meninggalkan identitas yang telah membentuknya sejak awal. Baginya, setiap ruang memiliki energi yang berbeda, dan setiap pengalaman menjadi bagian penting dalam proses eksplorasi musik yang terus berjalan. Lewat festival ini, ia tidak hanya memperluas ruang berkaryanya, tetapi juga menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.




